Manila (Bloomberg): Ekonomi Filipina tumbuh lebih pesat pada kuartal IV/2009 dibandingkan dengan proyeksi sejumlah ekonom, setelah negara itu mengalami perbaikan di sektor jasa dan ekspor.
National Statistical Coordination Board Filipina di Manila hari ini melaporkan produk domestik bruto (PDB) selama kuartal terakhir tahun lalu naik 1,8% dibandingkan kuartal IV/2008. Selama kuartal III/2009 pertumbuhan PDB negara itu mencapai 0,8%.

Realisasi pertumbuhan ekonomi Filipina jauh lebih baik dari nilai tengah proyeksi 12 ekonom yang disurvei Bloomberg News, di mana negara itu diperkirakan tumbuh 1,1%. Sepanjang 2009 ekonomi Filipina tumbuh 0,9%.

Laju pertumbuhan ekonomi Asia, mulai dari China sampai Vietnam, bergerak semakin cepat setelah pembuat kebijakan meningkatkan belanja pemerintah dan memangkas biaya pinjaman guna mengatasi resesi global terburuk sejak Perang Dunia II.

Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo meningkatkan belanja untuk pembangunan jalan, sekolah dan program pemerintah lainnya hingga mencapai rekor tertinggi menjadi US$34 miliar (1,58 triliun peso) pada tahun ini guna mendorong perekonomian.

“Setengah dari pekerjaan itu sudah dilakukan dengan baik. Kerja belum selesai jika pemulihan tidak diikuti oleh stabilitas harga,” ujar Vishnu Varathan, Ekonom Regional di Forecast Singapore Pte.